Selasa, 29 Oktober 2013

Mentari sunrise

       
         








Sunrise Guntur\\
Sunrise Cikuray
Dari celah kehidupan ini aku telusuri lembah-lembah sunyi, dari sepanjang jalan yang aku tempuh, hari- hari kan larut di tatapanku, tatapan yang lembut dan penuh kasih dari pepohonan juga ilalang yang mengiringiku sore itu, mentari kelak kan tenggelam, gelap akan datang, sungguh dingin mencekam dan yang aku harapkan bulan dan bintang akan terang memberi sinar dalam hatiku.
Aku ingat saat kau tiggalkan senyuman di hati ini begitu terasa damai, yang hanya tinggal kenangan yang hilang terhembus angin berlalu. Sejuta kabut tiba akan datang malam ini menemaniku, seakan meratap dan menjauh begitu saja. Api unggun ini menghilangkan dinginku, dan aku rasakan bahwa hari ini adalah miliku, dan sampai kapanpun tetap miliku. Aku tutup mataku dalam kelamnya kabut malam ini, dan haruskah aku menangis berderai air mata membekas dalam luka yang tertebar dalam hatiku setelah tumpukan sampah berserakan di sana yang aku lihat siang tadi.
Sindoro
Sindoro
Galunggung
Mentari menyala di sini dalam hatiku, gemuruhnya menyala di urat darahku, hari ini hari miliku dan esok masih miliku dan mentari tetap menyala dalam hatiku untuk hari miliku. Rindu yang aku bawa pulang hanya jejak langkahku, mentari dilangit yang kemilau menyibak kabut. Diantara langiit yang terang, terrenyuh dalam hati bahwa inilah INDONESIA, sungguh luar biasa tuhan mengizinkanku untuk menikmati alam ini sepanjang hari-hariku.
Kisah Seorang Penikmat Alam, salam dariku NENO WIYONO KPGBS 0081 PGS PALAPA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar