Dari celah kehidupan ini aku telusuri lembah-lembah sunyi, dari
sepanjang jalan yang aku tempuh, hari- hari kan larut di tatapanku,
tatapan yang lembut dan penuh kasih dari pepohonan juga ilalang yang
mengiringiku sore itu, mentari kelak kan tenggelam, gelap akan datang,
sungguh dingin mencekam dan yang aku harapkan bulan dan bintang akan
terang memberi sinar dalam hatiku.
Aku ingat saat kau tiggalkan senyuman di hati ini begitu terasa damai,
yang hanya tinggal kenangan yang hilang terhembus angin berlalu. Sejuta kabut tiba akan datang malam ini menemaniku, seakan meratap dan
menjauh begitu saja. Api unggun ini menghilangkan dinginku, dan aku
rasakan bahwa hari ini adalah miliku, dan sampai kapanpun tetap miliku.
Aku tutup mataku dalam kelamnya kabut malam ini, dan haruskah aku
menangis berderai air mata membekas dalam luka yang tertebar dalam
hatiku setelah tumpukan sampah berserakan di sana yang aku lihat siang
tadi.
 |
| Sindoro |
 |
| Sindoro |
 |
| Galunggung |
Mentari menyala di sini dalam hatiku, gemuruhnya menyala di urat
darahku, hari ini hari miliku dan esok masih miliku dan mentari tetap
menyala dalam hatiku untuk hari miliku. Rindu yang aku bawa pulang hanya
jejak langkahku, mentari dilangit yang kemilau menyibak kabut. Diantara langiit yang terang, terrenyuh dalam hati bahwa inilah
INDONESIA, sungguh luar biasa tuhan mengizinkanku untuk menikmati alam
ini sepanjang hari-hariku.
Kisah Seorang Penikmat Alam, salam dariku NENO WIYONO KPGBS 0081 PGS PALAPA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar